Air Seni Kering, Najis?

Posted on 9 views
Apa benar celana dalam yang sudah terkena tetesan air seni (kencing) tidak sah dipakai buat sholat? Bagaimana kalau yang sudah kering? Maksudnya bukan dicuci lalu dijemur kering, tapi kering dengan sendirinya ketika dipakai?

bersihkan najis

JAWAB: Ya, benar! Tidak sah karena celana itu tidak suci atau masih ada najis.

Air seni termasuk najis dan kita tidak boleh shalat dengan mengenakan pakaian yang terkena najis. Pakaian terkena najis wajib disucikan dengan cara dicuci hingga rasa, warna, dan baunya hilang.

Jika kering dengan sendirinya, tanpa dicuci, maka itu masih najis. Wallahu a’lam.

Jenis-Jenis Najis

Najis sendiri terdiri dari tiga tingkatan:

  1. Najis ringan (mukhaffafah)
  2. Najis sedang (mutawashitoh)
  3. Najis berat (mugholadhoh).

Najis ringan adalah najis yang cara membersihkannya cukup dengan diperciki air di bagian yang terkena najis, meskipun bekas najisnya masih melekat. Contoh: air kencing bayi laki-laki yang masih menyusu.

Dalam buku Bimbingan Islam untuk Hidup Muslimah (Ahmad Hatta  dkk) dijelaskan, termasuk najis sedang a.l.

  • Kotoran manusia, berupa air kencing, tinja, dan muntahnya, termasuk najis bayi anak laki-laki yang sudah makan maupun bayi perempuan.
  • Darah yang keluar seperti yang mengalir dari hewan yang disembelih atau darah haidh. Jika darah yang keluar itu sedikit, seperti luka, hal tersebut tidak najis.
  • Air Madzi, yaitu air berwarna putih yang keluar saat melakukan pemanasan sebelum berhubungan suami istri atau saat membayangkan aktivitas seks.
  • Air Wadi, yaitu air kental berwarna putih, yang terkadang keluar setelah buang air kecil.
  • Kotoran binatang yang haram untuk dimakan, seperti singa, badak, kucing, dan burung elang. Sedangkan, binatang yang boleh untuk dimakan seperti unta, kambing, dan sapi kotorannya bukanlah najis. 
  • Bangkai semua hewan yang mati tanpa disembelih, kecuali bangkai ikan dan belalang, bangkai binatang yang tidak mengalir darahnya seperti semut, lebah, dan serangga lainnya.

Rasulullah bersabda, “Dihalalkan dua jenis bangkai: ikan dan belalang.” (Ibnu Majah, 2/3218)

Rasulullah bersabda, ” Jika seekor lalat jatuh ke minuman salah satu dari kalian, tenggelamkanlah kemudian angkatlah, karena dalam salah satu sayapnya ada penyakit, dan disayapnya yang lain ada penawar.” (Shahih Bukhari, 3/3142)

Cara Membersihkan najis sedang atau najis mutawassithah yaitu dengan mencucinya hingga hilang warna, bau, dan rasanya.

Cara Membersihkan najis sedang atau najis mutawassithah yaitu dengan mencucinya hingga hilang warna, bau, dan rasanya.

Najis mughallazhah (najis berat) Najis berat adalah benda najis yang cara membersihkannya dengan dicuci sebanyak tujuh kali. Contoh: liur anjing yang menjilati wadah berisi air.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *