Doa Awal dan Akhir Tahun Hijriyah Tak Ada Dalilnya

Posted on 17 views

Doa Awal dan Akhir Tahun Hijriyah Tak Ada Dalilnya

TIAP menjelang pergantian tahun Hijriyah atau tahun baru Islam 1 Muharam, banyak media mainstrem ramai-ramai memberitakan doa awal dan akhir tahun. Doa akhir tahun dan awal tahun itu dilengkapi huruf Arab dan latin, serta terjemahannya.

Namun, menurut para ulama ahlus sunnah, Doa Awal dan Akhir Tahun Hijriyah Tak Ada Dalilnya. Yang ada, setiap bulan Muharam ada puasa sunah, yaitu puasa Asyuro tanggal 10 Muharam.

Puasa sunah itulah satu-satunya amalan sunah tahun baru Islam yang disyariatkan atau ada dalilnya. Keutamaannya tercatat dalam hadits shahih riwayat Abu Hurairah:

جاء رجل إلى النبي ضلى الله عليه وسلم فقال: أي الصيام أفضل بعد شهر رمضان؟ قال: شهر الله الذي تدعونه المحرم

Artinya: “Seseorang datang menemui Rasulullah SAW, ia bertanya, ‘Setelah Ramadhan, puasa di bulan apa yang lebih afdhal?’ Nabi menjawab, ‘Puasa di Bulan Allah, yaitu bulan yang kalian sebut dengan Muharram,” (HR Ibnu Majah).

Puasa tersebut adalah puasa Asyura yang dilaksanakan tiap 10 Muharam. Pahala bagi yang melaksanakan akan sangat besar, sebagaiman termaktub dalam hadits riwayat Muslim berikut ini.

“Dari Abu Qatadah r.a, Rasulullah SAW ditanya perihal puasa Asyura, lalu Rasulullah bersabda, ‘Menghapuskan dosa-dosa setahun yang lalu.”

Muharam termasuk bulan yang dimuliakan Allah SWT. Bulan ini disebut bulan haram atau bulan yang dimuliakan.

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِن أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah diwaktu Dia menciptakan lanit dan bumi, diantaranya terdapat empat bulan haram.” (QS. at Taubah :36).

Empat bulan haram tersebut dijelaskan dalam hadits shahih berikut ini:

“Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaiman bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan, diantaranya terdapat empat bulan yang dihormati : 3 bulan berturut-turut; Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab Mudhar, yang terdapat diantara bulan Jumada Tsaniah dan Sya’ban” (HR. Bukhari dan Muslim).

muharam tahun baru Islam

Tidak Ada Doa Awal dan Akhir Tahun

Doa awal dan akhir tahun yang banyak tersebar di media sosial dan media berita online sesungguhnya tidak dikenal dalam Islam.

Penanggalan tahun Hijriyah sendiri baru dimulai pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Artinya, pada masa Nabi Muhammad Saw dan Khalifah Abu Bakar belum ada kalender Hijriyah.

Karenanya, tidak masuk akal jika ada doa Nabi Saw tentang awal dan akhir tahun Hijriyah.

Mengutip laman Konsultasi Syariah, segala bentuk ritual ibadah, baik shalat di malam pergantian tahun atau doa tahun baru, atau puasa akhir tahun, sama sekali tidak pernah dikenal di zaman Nabi Saw dan para sahabat.

Ketika Umar menetapkan tanggal 1 Muharram sebagai hari pergantian tahun, beliau tidak memerintahkan masyarakat untuk memeriahkan hari itu sebagai hari istimewa.

Karena itulah, para ulama sejak masa silam tidak pernah menganjurkan adanya ibadah khusus, apa pun bentuknya, di tahun baru hijriyah, kecuali Puasa Asyuro tanggal 1o Muharam.

Dr. Bakr Abu Zaid (pengajar di Masjid Nabawi pada 1390 – 1400 H dan anggota Majma’ al-Fiqhi al-Islami di bawah Rabithah Alam Islamiyah) mengatakan:

لا يثبت في الشرع شيء من دعاء أو ذكر لآخر العام، وقد أحدث الناس فيه من الدعاء، ورتبوا ما لم يأذن به الشرع، فهو بدعة لا أصل لها.

“Tidak terdapat dalil dalam syariat yang menyebutkan tentang doa atau dzikir akhir tahun. Masyarakat membuat-buat kegiatan doa, mereka susun kalimat-kalimat doa, yang sama sekali tidak diizinkan dalam syariat. Doa semacam ini murni bukan ajaran Nabi Saw dan tidak ada dasarnya” (Tashih ad-Dua, hlm. 108).

Keterangan yang sama juga disampaikan Syaikh Khalid Abdul Mun’im Rifa’i:

ينبغي للمسلم اجتناب تخصيص نهاية العام أو بداية العام الجديد بشيء من العبادات؛ فكل خير في اتباع من سلف

“Selayaknya bagi setiap muslim untuk tidak mengkhususkan akhir tahun atau awal tahun baru dengan ibadah apa pun. Karena kebaikan itu ada pada mengikuti ulama terdahulu.”

Dari keterangan di atas, jelas tidak ada doa akhir dan awal tahun baru hijriyah.

Doa yang tersebar di masyarakat yang bunyinya:

اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَالإِسْلاَمِ….الخ.

“Ya Allah, tampakkan bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam…dst.”

Doa ini shahih, diriwayatkan Ahmad, Turmudzi, dan yang lainnya. Hanya saja, doa tersebut bukan doa awal tahun, melainkan doa awal bulan.

Mari beramal sesuai sunah Rasul karena amalan yang tidak ada dalilnya, tidak ada contohnya dari Rasulullah Saw dan para sahabat, tidak akan diterima (mardud).*

 

One thought on “Doa Awal dan Akhir Tahun Hijriyah Tak Ada Dalilnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *