Misala Pramenkovic, Muslimah Berjilbab Pertama di Parlemen Serbia

Posted on 8 views
 Misala Pramenković, Muslimah Berjilbab Pertama Terpilih ke Parlemen Serbia
Misala Pramenković, Muslimah Berjilbab Pertama Terpilih ke Parlemen Serbia

Muslimah berjilbab Serbia, Misala Pramenković, membuat sejarah pada Senin, (3/8/2020). Ia terpilih menjadi anggota parlemen Serbia pertama yang mengenakan jilbab.

Dilansir AboutIslam.net, Kamis (6/8/2020), Pramenković terpilih menjadi anggota parlemen sebagai orang ketiga dalam daftar Partai Keadilan dan Rekonsiliasi. Partai ini dipimpin oleh mantan Mufti Serbia, Muamer Zukorlić.

“Kami akan melanjutkan apa yang dimulai oleh para deputi kami dalam mandat sebelumnya. Kami adalah pihak yang berkesinambungan, tetapi saya akan secara khusus mengadvokasi hak-hak wanita, anak-anak, status keluarga dan nilai-nilai keluarga,” kata Pramenković tentang misinya di parlemen Serbia.

Baginya, memasuki bidang politik adalah kesempatan untuk melawan prasangka buruk tentang perempuan Muslim.

“Seringkali prasangka dan stereotip disebabkan oleh ketidaktahuan,” kata Pramenkovic.

Muslim di Serbia

Menurut sensus 2011, terdapat 228.658 Muslim di Serbia (3,1% dari total populasi). Sensus tersebut diboikot oleh beberapa orang Bosnia dari wilayah Sandzak, karena Muamer Zukorlic meminta para pengikutnya untuk tidak ikut serta dalam sensus tersebut.

Dengan demikian, jumlah aktual muslim di Serbia kemungkinan sekitar 50.000 lebih.

Konsentrasi muslim terbesar di Serbia adalah di kota Novi Pazar, Tutin, dan Sjenica di wilayah Sandžak, serta di kotamadya Preševo dan Bujanovac di Preševo Valley.

Serbia menjadi negara yang banyak diminati umat Islam pada akhir abad-14. Ketika itu Khilafah Turki Utsmani masuk ke Serbia, Yugoslavia, melalui dua pertempuran Kosovo pada 1389 dan 1448.

Ibu Kota Serbia, Smederevo, ditaklukkan pasukan Khilafah Utsmani pada 1459. Sejak itu, Serbia menjadi wilayah kekuasaan Turki Usmani dan banyak dihuni kaum muslim.

Beberapa wilayah Serbia dikuasai Turki selama tiga sampai lima abad. Namun, Turki Usmani mulai menarik diri dari Serbia secara perlahan-lahan dimulai dengan perjanjian Karlowitz pada 1699.

Hal itu dilakukan setelah Perang Balkan pada 1912-1913. Ketika itu Serbia mulai menguasai wilayah Turki Usmani di Sandzak, Kozovo, dan Makadonia.

Banyak muslim Serbia yang diusir menetap di Bosnia dan Sandzak. Beberapa orang bermigrasi ke Anatolia, wilayah Bosnia. Migrasi terus berlanjut hingga Perang Dunia I usai.*

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *