Pengertian Islam secara Bahasa dan Istilah

Posted on 4,127 views
Pengertian Islam secara Bahasa dan Istilah

Islam sering diidentikkan dengan muslim. Islam itu agama. Muslim penganutnya. Islam itu konsep, ajaran, risalah, dienullah (agama Allah). Sedangkan Muslim adalah pemeluknya. Perilaku Muslim atau pemeluk tidak selalu mencerminkan ajaran Islam.

Islam adalah agama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad Saw sebagai nabi dan utusan Allah (Rasulullah) terakhir untuk umat manusia dan berlaku sepanjang zaman.

Pengertian Islam dapat ditinjau dari dua segi, yaitu segi bahasa (lughawi, harfiyah) dan segi istilah (maknawiyah). Berikut ini ulasan lengkap pengertian Islam secara bahasa dan istilah.

Pengertian Islam secara Bahasa

Secara etimologis (asal-usul kata) kata “Islam” berasal dari bahasa Arab: salima (سَلِمَ‎) yang artinya “selamat”. 

Dari kata itu terbentuk aslama (أَسْلَمَ) yang artinya menyerahkan diri atau tunduk dan patuh. Sebagaimana firman Allah SWT:

“Bahkan, barangsiapa aslama (menyerahkan diri) kepada Allah, sedang ia berbuat kebaikan, maka baginya pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula bersedih hati” (Q.S. 2:112).

Dari kata aslama itulah terbentuk kata Islam (إِسْلَام‎). Pemeluknya disebut Muslim (مُسْلِم). 

Muslim secara bahasa adalah orang yang memeluk Islam dan menyerahkan diri kepada Allah SWT serta siap patuh kepada ajaran-Nya [1].

Menurut Hammudah Abdalati [2], kata “Islam” berasal dari akar kata Arab, slm (س ل م–sin, lam, mim– yang berarti kedamaian, kesucian, penyerahan diri, dan ketundukkan


Dalam pengertian religius, menurut Abdalati, pengertian Islam adalah “penyerahan diri kepada kehendak Tuhan dan ketundukkan atas hukum-Nya” (Submission to the Will of God and obedience to His Law).

Hubungan antara pengertian asli dan pengertian religius dari kata Islam adalah erat dan jelas. Hanya melalui penyerahan diri kepada kehendak Allah SWT dan ketundukkan atas hukum-Nya, maka seseorang dapat mencapai kedamaian sejati dan menikmati kesucian abadi.

Kamus Google mengartikan Islam sebagai berikut: 

“the religion of the Muslims, a monotheistic faith regarded as revealed through Muhammad as the Prophet of Allah.”

(Islam adalah agama kaum muslimin, keyakinan monoteistik [keesaan Tuhan] sebagaimana diturunkan kepada Muhammad sebagai Nabi Allah).

Akar Kata Islam

Ada juga pendapat, akar kata yang membentuk kata “Islam” setidaknya ada empat yang berkaitan satu sama lain.

1. Aslama (أَسْلَمَ‎)

Aslama artinya menyerahkan diri. Orang yang masuk Islam berarti menyerahkan diri kepada Allah SWT. Ia siap mematuhi ajaran-Nya.
2. Salima (سَالِم‎). 
Salima artinya selamat. Orang yang memeluk Islam, hidupnya akan selamat.
3. Sallama (سَلَم). 
Sallama artinya menyelamatkan orang lain. Seorang pemeluk Islam tidak hanya menyelematkan diri sendiri, tetapi juga harus menyelamatkan orang lain (tugas dakwah atau ‘amar ma’ruf nahyi munkar).
4. Salaam (سَلَام‎).
Salam artinya aman, damai, sentosa, selamat. Kehidupan yang damai sentosa akan tercipta jika pemeluk Islam melaksanakan asalama dan sallama.

5. Istislam (استَسلَم)
Istislam artinya tunduk secara total kepada Allah SWT. Istislam juga bermakna pembawa kedamaian (peace).

6. Silm (سِلْم) 
Silm artinya tenang dan damai.
 Islam juga bermakna damai.
Demikian Pengertian Islam secara Bahasa dengan makna utama selamat dan menyelamatkan. Islam juga bermakna damai.

Pengertian Islam secara Istilah

Secara istilah (terminologis, maknawi) Islam adalah agama wahyu berintikan tauhid atau keesaan Tuhan yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad Saw sebagai utusan-Nya yang terakhir dan berlaku bagi seluruh manusia. Ajaran Islam meliputi seluruh aspek kehidupan manusia.

Pengertian Islam dari Rasulullah Muhammad Saw adalah rukun Islam yang lima -syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji.

الْإِسْلَامُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُومَ رَمَضَانَ، وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلًا 

“Islam adalah engkau bersaksi tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan menunaikan ibadah haji ke Baitullah (ka’bah) jika engkau mampu melakukannya.” (HR. Muslim dari Umar bin Al Khaththab ra).

The Five Pillars of Islam | Riwaq Al Azhar
The Five Pillars of Islam (Riwaq Al Azhar).


Banyak ahli Islam atau ulama yang berusaha merumuskan definisi atau pengertian Islam secara terminologis. 


KH Endang Saifuddin Anshari[3] mengemukakan, setelah mempelajari sejumlah rumusan tentang agama Islam, lalu menganalisisnya, ia merumuskan dan menyimpulkan pengertian Islam sebagai berikut: 


1. Islam adalah wahyu yang diurunkan oleh Allah SWT kepada Rasul-Nya untuk disampaikan kepada segenap umat manusia sepanjang masa dan setiap persada.

2. Islam adalah suatu sistem keyakinan dan tata-ketentuan yang mengatur segala perikehidupan dan penghidupan asasi manusia dalam pelbagai hubungan: dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lainnya.

3. Islam bertujuan mencapai keridhaan Allah, rahmat bagi segenap alam, kebahagiaan di dunia dan akhirat.

4. Islam pada garis besarnya terdiri atas akidah, syariat, dan akhlak.
5. Ajaran Islam bersumberkan Kitab Suci Al-Quran yang merupakan kodifikasi wahyu Allah SWT sebagai penyempurna wahyu-wahyu sebelumnya yang ditafsirkan oleh Sunnah Rasulullah Saw.
Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin, Pengertian Islam secara umum adalah beribadah kepada Allah dengan syari’at-Nya sejak masa Allah mengutus para Rasul hingga tegaknya hari kiamat.

Pengertian Islam inilah yang dimaksud oleh Allah dalam banyak ayat yang menunjukkan bahwa syari’at-syari’at terdahulu semuanya juga disebut berislam kepada Allah ‘azza wa jalla, seperti firman Allah yang menceritakan tentang Ibrahim:

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

“Wahai Rabb kami jadikanlah kami berdua orang yang muslim kepada-Mu dan juga anak keturunan Kami sebagai umat yang muslim kepada-Mu.” (QS. Al-Baqarah : 128).

Pengertian Islam dalam Al-Quran

Pengertian Islam secara bahasa dan istilah juga tercantum dalam Al-Quran:

  1. Islamul wajh: ikhlas menyerahkan diri kepada Allah
  2. Istislama: tunduk secara total kepada Allah
  3. Salaamah atau saliim: suci dan bersih
  4. Salam: selamat sejahtera
  5. Silm: tenang dan damai. 
Semua pengertian itu digunakan Alquran seperti di ayat-ayat berikut ini.
وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

“Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang asalama (ikhlas menyerahkan) dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya” (QS. An-Nisa’: 125).

أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ

“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah aslama (menyerahkan diri) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan Hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan” (QS. Ali Imran: 83).

إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang salim (bersih)” (QS. Asy-Syu’ara:89).

وَإِذَا جَاءَكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِآَيَاتِنَا فَقُلْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ أَنَّهُ مَنْ عَمِلَ مِنْكُمْ سُوءًا بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat kami itu datang kepadamu, Maka Katakanlah: “Salaamun alaikum (Mudah-mudahan Allah melimpahkan kesejahteraan atas kamu).” Tuhanmu Telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-An’am: 54).

فَلَا تَهِنُوا وَتَدْعُوا إِلَى السَّلْمِ وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ وَاللَّهُ مَعَكُمْ وَلَنْ يَتِرَكُمْ أَعْمَالَكُمْ

“Janganlah kamu lemah dan minta silmi (damai) padahal kamulah yang di atas dan Allah pun bersamamu dan dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amalmu” (Muhammad: 35).

Islam adalah satu-satunya agama yang diridhai Allah SWT. Ajarannya sudah mencakup seluruh ajaran yang pernah diturunkan kepada Nabi-Nabi dan Rasul sebelum Muhammad Saw.

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآَيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (QS. Ali Imran: 19).

Nama Islam juga digunakan sebagai agama sebelum Nabi Muhammad Saw, yaitu para nabi dan rasul sebelumnya, seperti Nabi Ibrahim dan Nabi Ya’qub a.s.

وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون

“Dan Ibrahim Telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah Telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. (QS Al-Baqarah: 132)

قُلْ آَمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَالنَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan Hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri.” (QS Ali Imran: 84)

Menurut pandangan Alquran, agama Nasrani yang ada sekarang ini adalah penyimpangan dari ajaran Islam yang dibawa Nabi Isa a.s. 

Nama agama ini (Nasrani) sesuai nama suku yang mengembangkannya. Isinya jauh dari Kitab Injil yang diajarkan Isa a.s.. 
Agama Yahudi pun telah menyimpang dari ajaran Islam yang dibawa Nabi Musa a.s.. Diberi nama dengan nama salah satu Suku Bani Israil, Yahuda. Kitab Suci Taurat mereka campur aduk dengan pemikiran para pendeta dan ajarannya ditinggalkan.

Islam disebut juga Jalan yang Lurus

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), Karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. (QS Al-An’am: 153)

Islam disebut juga syariat.

ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

Kemudian kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), Maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak Mengetahui. (Al-Jaatsiyah: 18).

pengertian Islam secara bahasa dan istilah

Demikian pengertian Islam secara bahasa dan istilah. Wallahu a’lam bish-shawabi. (warnaislam.net).*


[1] Drs. Nasruddin Razak, Dienul Islam, Al-Ma’arif Bandung, 1989, hlm. 56-57.
[2] Hammudah Abdalati, Islam in Focus, American Trust Publications Indianapolis-Indiana, 1975, hlm. 7.
[3] Endang Saifuddin Anshari, Kuliah Al-Islam, Pusataka Bandung, 1978, hlm. 46.

13 thoughts on “Pengertian Islam secara Bahasa dan Istilah

  1. kata Islam berawal dari kisah ibrahim. ketika tuhan menawarkannya bentuk suatu kepercayaan/pemujaan (qs. 2:131) yaitu tunduk patuh lah kepada dia. kata islam di kisah itu terdiri dari 4 huruf yaitu alif sim lam mim.

    nah, ketika bentuk pemujaan tunduk patuh itu disempurnakan menjadi agama (qs. 5:3) ia menjadi 7 huruf yaitu alif lam alif sim lam alif mim.

    sedangkan "salam" orang islam artinya "semoga mendapat kedamaian dari tuhan" (qs. 10:10) terdiri dari 4 huruf sim lam alif mim.

    antara salam dengan islam hanya dibedakan dengan satu huruf yaitu alif. islam mempergunakan alif diawal katanya sedangkan salam tidak.
    lantas perbedaan yang tipis ini tidak membuat etimologinya menjadi sama.
    islam adalah pernyataan tunduk patuh seseorang yaitu orang yang mengucapkannya dan agama islam adalah pemujaan dengan cara tunduk patuh, ia menjadi lembaga bukan lagi pernyataan individu/seseorang, sedangkan salam adalah perkataan untuk lawan bicara "semoga mendapat kedamaian dari tuhan", sehingga salam pun bisa diucapkan kepada yang bukan islam tetapi disertai dengan tambahan kalimat lain dibelakangnya (qs. 28:55).

    itulah hal yang berbeda tetapi dipersamakan oleh kebanyakan orang.

    by: auliya.iskandar.mn@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *