Warna Islam – How Colored Are You?

Posted on 5 views
Warna Islam

Jika mencari informasi warna islam di Google, maka akan muncul tulisan tentang Bendera Islam.

Disebutkan, Bendera Islam adalah sebuah bendera yang dipakai oleh para penguasa, pasukan, atau kelompok tertentu untuk memperlihatkan identitas Islam.

Bendera Islam secara tradisional memiliki warna yang solid. Warna yang sering dipakai adalah hitam, putih, merah dan hijau.

Namun, warna lainnya juga diadopsi. Bendera dwi-warna atau triwarna juga diadopsi sebagai bendera Islam.

Selain dengan warna, identitas Islam juga bisa dimunculkan dengan simbol bulan dan bintang, seperti Malaysia, atau tulisan tertentu seperti syahadat, seperti Saudi Arabia, dan takbir, contohnya Irak.

Berikut ini Warna Islam dalam konteks Bendera Islam.

1. Al-Liwa

Al-Liwa adalah bendera berwarna putih dengan kalimat syahadat

2. Ar-Rayah

Ar-Rayah adalah panji perang berwarna hitam dengan kalimat syahadat.

Bendera putih bertuliskan kalimat syahadat (Al-Liwa) digunakan oleh Nabi Muhammad SAW, di masa awal berdirinya Islam.

Sebagai pembeda dengan panji perangnya, digunakan warna hitam (Ar-Rayah), yang kemudian populer dengan sebutan Ar-Rayah dan Al-Liwa.

3. Bendera Libya 

Contoh dari bendera Islam tradisional yang berwarna solid adalah bendera lama Libya di bawah Gaddafi.

Namun kemudian bendera ini diubah menjadi bendera lama dengan tiga warna, merah, hitam dan hijau dengan bulan bintang di tengahnya.

4. Bendera Arab Saudi

Arab Saudi juga menggunakan bendera berwarna hijau dengan tulisan syahadat di tengahnya dan di bawahnya gambar pedang.

5. Bendera Merah

Bendera warna merah dengan gambar bulan sabit dan bintang adalah Bendera Emirat Jabal Shammar.

Warna merah ditemukan dari negara Hejaz dan Emirat Jabal Shammar, pendahulu Arab Saudi. Bendera Hejaz polos tanpa tulisan apapun, sementara Emirate of Jabal Shammar memiliki tanda bulan dan bintang. Warna merah dengan bulan dan bintang juga digunakan oleh Turki.

Tidak Ada Warna Identik Islam

Tidak ada satu pun warna yang ekslusif menjadi satu-satunya warna yang menjadi representasi Islam. Semua warna pada dasarnya boleh, kecuali warna merah murni yang dikhususkan untuk wanita dan makruh dipakai pria.

Beberapa warna baju dan sorban yang menjadi favorit Nabi adalah hijau, putih, hitam dan garis-garis hitam dan merah.

Warna secara umum bersifat mubah alias netral berdasarkan kaidah الأصل في الأشياء الإباحة (Hukum asal segala sesuatu adalah boleh).

Namun, warna itu sifatnya komplimenter, melengkapi dan tidak berdiri sendiri, ia bisa menjadi fitur yang melekat pada pakaian, pada sorban, pada kulit, pada makanan, minuman, pada alam, dan lain-lain.

Warna dalam Al-Quran

Al-Quran empat kali menyebutkan warna hijau dalam menyifati hal yang berbeda yakni pakaian, bantal, dan tumbuhan.

Penyebutan warna hijau dan warna-warna lain terdapat juga dalam sejumlah hadits. Berikut rinciannya:

1. QS Al-Insan :21: “Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih.”

2. QS Ar-Rahman :76: “Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.”

3. QS Al-Kahfi :31: “dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah.”

4. QS Al-An’am :99: “Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau.”

Kendatipun Al-Quran sering menyebut warna hijau, namun ulama tidak menjadikan keempat ayat di atas sebagai dalil bahwa warna hijau itu secara ekslusif lebih utama dari warna lain, walaupun sebagian menjadikan QS Al-Insan :21 sebagai dalil bahwa warna hijau merupakan salah satu warna utama dalam Islam.

Tidak ada ulama yang menyatakan bahwa warna hijau adalah warna khas Islam dan menjadi identitas keislaman dalam berbagai situasi. Ayat-ayat di atas hanyalah menceritakan fakta, bukan menyatakan keutamaan warna tertentu.

Warna Kesukaan Nabi Muhammad Saw

Nabi Muhammad SAW menyukai warna putih. Namun, Rasulullah juga pernah memakai warna lain seperti hitam, merah, dan hijau.

Bahkan, penutup kepala (imamah) Nabi Muhammad yang masih ada hingga sekarang diketahui berwarna hitam. Tapi, dari sekian banyak warna kesukaan Nabi Muhammad, warna putih adalah yang sering dipakai.

Dalam hadist yang diriwayatkan Imam Al-Tabrani dikisahkan bahwa Nabi Muhammad juga menyukai warna hijau. Ada juga keterangan yang menyebutkan bahwa Nabi SAW pernah memakai pakaian warna merah, abu-abu, dan warna campuran.

Banyak ulama menganjurkan pakaian warna putih sebagai bentuk cinta serta meneladani Rasullah SAW. Namun, bukan berarti warna lainnya dikesampingkan atau tidak dianjurkan oleh Rasul.

Ibnu Ady meriwayatkan hadist dari Jabir R.A bahwasanya “Aku pernah melihat Nabi Muhammad SAW memakai serba hitam yang dikenakannya ketika hari raya”

Al Baihaqi meriwayatkan hadist dari Jabir R.A “Pernah Rasulullah SAW berpakaian dengan corak merah ketika 2 hari raya dan ketika hari Jumat.”

Al-Bukhari meriwayatkan hadist dari Ibnu Abbas R.A bahwasanya “Pernah Nabi Muhammad SAW keluar dengan kepala dibalut dengan sehelai kain berwarna abu-abu.”

Sumber: Alkhoirot, Fimadani, Wikipedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *